Media Purwakarta
Live
wb_sunny

Breaking News

Warga Darangdan Berburu Air Bersih di Di Bukit Telanjang

Warga Darangdan Berburu Air Bersih di Di Bukit Telanjang


MediaPurwakarta.com | Darangdan - Musim kemarau yang terjadi sekarang ini membuat sebagian warga Desa Gununghejo dan Desa Nagrak kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Situasi ini diperberat dengan belum turunnya hujan hingga saat ini.

Salah satu sumber air yang masih bisa digunakan adalah sumber mata air Cigebang/Ciloa yang berada dibawah bukit perkebunan PTPN VII . Antrian warga di sumber mata air yang berlokasi cigebang/ciloa tersebut masuk ke geografis daerah Desa Gununghejo .

Masyarakat tersebut antri untuk memenuhi kebutuhan warga yang kekurangan air bersih. Bahkan demi mencukupi kebutuhan akan ketersediaan air bersih sebagian warga ada yang membeli 3 jerigen dengan harga Rp 10.000. Itu karena air bersih dari sumber mata air Cigebang/Ciloa sangat banyak warga yang mengambil air sehingga harus lama mengantri.

Menurut narasumber langsung dari lapangan, Martin (40) selaku warga Gunung Hejo, antrian bahkan terjadi pada pukul 15.00 WIB sore hari sampai jam 18.30 WIB. Biasanya antrian selain disebabkan warga mengambil air, ada pula warga yang sengaja datang untuk mencuci pakaian d tempat tersebut.

" Yah kieu we pak pami halodo mah, janteun andelan Ciloa mah, ngan hariwang ayeuna mah kebon karetna tos gundul." mengutip pernyataan Syarif Hidayat (47) selaku Warga Nagrak yang sedang mengambil air.

Hadirnya mata air tersebut memang sangat membantu warga kedua desa disaat musim kemarau seperti ini. Pemandangan yang lazim saat musim kemarau.

Akan tetapi berbeda dengan musim-musim sebelumnya, tempat ini dulunya adalah perbukitan yang di pepohonan karena merupakan area Perkebunan PTPN VIII. Saat ini perbukitan tersebut sudah "Telanjang". Keaadan ini sangat dikhawatirkan menggagu ketersediaan air di mata air ini.

Sebagaimana kita ketahui, air adalah hasil dari proses fotosintesis yang berlangsung di tumbuh-tumbuhan. Apabila pepohonannya tidak ada , lambat laun cadangan air dikhawatirkan mulai berkurang.

Perlu kesadaran kita bersama bahwa ini adalah pekerjaan rumah yang harus kita sikapi bersama. Menanam pohon mungkin bisa kita lakukan untuk bisa menghijaukan kembali bukit ini. Semoga kedepan kita bisa membuat program untuk masalah ini seperti ini. Menanam pohon demi anak cucu kita.

(AK/Ron)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.