Saat Kehilangan Orang Tercinta Bikin Depresi, Betul atau Tidak?

Ilustrasi - Depresi (Foto: Alodokter)

MediaPurwakarta.com - Banyak hal yang membuat seseorang menjadi berubah. Dari sosok yang periang tiba-tiba menjadi pemurung. Dari yang waras menjadi gila. Salah satu penyebabnya adalah kehilangan. Kehilangan orang tercinta katanya bikin depresi, benar atau tidak?

Banyak hal yang membuat seseorang menjadi berubah. Dari sosok yang periang tiba-tiba menjadi pemurung. Dari yang waras menjadi gila. Salah satu penyebabnya adalah kehilangan. Kehilangan orang tercinta katanya bikin depresi, benar atau tidak?

Memang benar, kehilangan orang tercinta seperti orang tua, suami atau istri, anak, kerabat atau orang yang disayangi bikin seseorang menjadi depresi.


Sedikit banyaknya akan ada perubahan dalam pribadi seseorang yang ditinggalkan olah orang yang ditinggalkan oleh seseorang yang dikasihi dan dicintainya.

Survey yang dilansir dari news.health.com menyatakan bahwa, seseorang bisa saja mengalami depresi akibat kehilangan meskipun orang tersebut tidak pernah memiliki riwayat gangguan hati dan mental sekalipun.


Peneliti juga menyatakan bahwa ada hubungan antara kesedihan yang dirasakan seseorang dengan kehilangan orang yang disayanginya, apalagi kalau terjadi secara tiba-tiba.


Kehilangan seseorang yang dicintai secara tiba-tiba bisa mengguncang hati dan pikiran seseorang hingga menimbulkan depresi yang berdampak pada kejiwaan seseorang.
Gangguan yang dialami orang tersebut seperti stres, pasca trauma dan depresi karena merasa tidak percaya orang yang disayangi akan pergi meninggalkannya.


Bahkan bagi mereka yang ditinggal pergi (meninggal) orang yang disayangi, biasanya akan timbul efek kehilangan yang teramat dalam. Meskipun pada orang yang telah dewasa.

Rasa kehilangan dan depresi tersebut kadang semakin besar jika seseorang merasakan ada perasaan bersalah terhadap orang yang dicintainya. Misalnya, pernah menyakiti atau belum sempat membalas budi.


Bahkan tidak bisa dipungkiri, bagi mereka yang ditinggal mati akan menyebabkan rasa trauma seumur hidup yang susah untuk dihilangkan.


Jadi, jika ada seseorang di lingkungan keluarga anda yang mengalami hal ini sebaiknya diperhatikan. Jangan biarkan dirinya sendiri larut dalam kesedihan. Beri dukungan agar dirinya mampu untuk melupakan kesedihannya. (Red)


Tags :

bm
Created by: Admin

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.